Singa si Raja Rimba

Tanyakan arti kebebasan pada singa si raja rimba. . .

Ototnya kokoh karena kecintaannya pada berlari bukan berlari karena ingin bebas dari tirani. Kandangnya adalah alam bukan papan yang disusun dan dipasangkan layaknya bongkar pasang. Di punggungnya ada cinta dan ketulusan, bukan beban karena tunggangan.

Hidupnya indah dalam keinginan bebas. Hari ini ke hutan, esok ke padang, lusa ke gunung, tak terlintas kebimbangan. Kebimbangan tak pernah hadir karena ia tahu apa yang ia yakini dan apa yang ia ingini. Larinya ringan karena tak ada beban yang singgah dipunggungnya meski sejenak.

Kelelahan akan berganda bila kita dihela. Waktu akan menghimpit bila kita dijepit. Dan suara hati akan mati bila dikebiri.

Biarlah sekali waktu, aku berlari membawa kebebasanku karena dengan itu, aku akan berkuasa memperbudak waktu, semauku. Melambungkan mutu karena hidup hanya satu. Hanya satu. . .

DIY, 25 Oktober 2009

Advertisements

Kado #2 ‘Yang terbaik bagimu’

Bertambah usia bukan berarti kita paham segala-galanya. Banyak harap. Banyak doa terpanjat, tanpa tahu apakah aku tahu dan mampu. Kata tersembunyi, entah malu-malu atau memang tak mampu muncul ke permukaan karena engkau -pemilik kata itu- takut semua itu akan menjadi beban untukku.

Bibirmu berucap di tengah canda yang kutangkap, setiap jenjang memiliki dunianya sendiri yang selalu dilupakan ketika umur bertambah tinggi. Tak bisa kembali ke kacamata yang sama bukan berarti kita lebih mengerti dari jenjang pertama. Rambut putih tak menjamin bahwa kita akan paham dan mengerti pada setiap sudut jenjang dimensi dan waktu yang telah terlewati.’

Terbingkai harapan, terbungkus doa dalam sampul terindah. Dan kuramaikan hari ini layaknya engkau meramaikan istana setiap hari. Senyum simpul dalam pandang pertama di awal pagi. Sapa dan cium hangat ketika engkau bergegas pergi hingga malam menjelang saat engkau meringkuk siap untuk sail to your dream….

Ada Band – Yang Terbaik Bagimu (Jangan Lupakan Ayah)


Teringat masa kecilku kau peluk dan kau manja
Indahnya saat itu buatku melambung
Disisimu terngiang hangat napas segar harum tubuhmu
Kau tuturkan segala mimpi-mimpi serta harapanmu

Kau inginku menjadi yang terbaik bagimu
Patuhi perintahmu jauhkan godaan
Yang mungkin ku lakukan dalam waktu ku beranjak dewasa
Jangan sampai membuatku terbelenggu jatuh dan terinjak

Reff:
Tuhan tolonglah sampaikan sejuta sayangku untuknya
Ku terus berjanji tak kan khianati pintanya
Ayah dengarlah betapa sesungguhnya ku mencintaimu
Kan ku buktikan ku mampu penuh maumu

Andaikan detik itu kan bergulir kembali
Ku rindukan suasana basuh jiwaku
Membahagiakan aku yang haus akan kasih dan sayangmu
Tuk wujudkan segala sesuatu yang pernah terlewati

*courtesy of LirikLaguIndonesia.net

DIY, 25 Oktober 2009

“Selamat Ulang Tahun…Ayah”