Mengatur Waktu Untuk Mencapai Target Ramadlan Yang Maksimal

Kata pepatah Arab, al Waqtu Kassyaifi bahwa waktu itu seperti pedang. Jika direnungkan secara mendalam memang benar waktu itu bagai pedang yang tajam. Begitu sangat berharganya waktu bagi kita maka kita pun dituntut untuk berlomba-lomba dalam meraih dan menjemput kebaikan. Lebih-lebih ini bulan Ramadlan, satu di antara dua belas bulan yang paling mulia bagi para muslim yang memang benar-benar harus dimanfaatkan untuk menjemput keberkahan dan menciptakan kebaikan yang sebanyak-banyaknya. Nah, bicara soal waktu, sering kali kita bahkan saya sendiri sering terlena dengan hal-hal yang menyenangkan dan akhirnya berujung pada menunda-nunda tugas atau kewajiban, padahal waktu yang ada sangat terbatas, bukan?

Saya percaya setiap orang memiliki strategi yang berbeda-beda dalam menyiasati akan terbatasnya waktu yang dimiliki dengan segudang aktifitas agar semua rencana dalam satu hari itu bisa diselesaikan dengan baik. Saya pun demikian, masih sering kesulitan mengatur waktu, lebih jika moody ‘ah, nanti ajalah.’, ‘ah, besok ajalah.’, dan tak terasa kesempatan yang datang sudah lewat begitu saja.

Banyak usaha yang harus dilakukan untuk mencapai target-target di bulan Ramadlan, terutama target pribadi ditambah juga dengan bertambahnya undangan untuk berbuka puasa bersama dari penyelenggara yang berbeda, saya biasanya sih begitu. 😀 Apalagi ini Jakarta, ditambah dengan jarak tempuh yang sangat dipengaruhi oleh kemacetan, ketinggalan kereta atau bus yang ditunggu tak kunjung datang. Di sanalah seringnya saya merasa mendapat tantangan yang lebih saat menjalani Ramadlan tahun ini.

Sejak tinggal di Jakarta beberapa bulan yang lalu, saya memutuskan untuk menambah aksesoris di tangan saya. Yap, saya memutuskan memakai jam tangan untuk menyiapkan estimasi waktu misal saya harus bepergian menghadiri acara atau ada janji. ‘Kenapa gak pake HP aja sih?’ pernah ada yang tanya begitu, kalau saya sih menengok waktu melalui jam tangan itu terasa lebih elegan *hahaha 😀 apalagi jika jam tangan yang dipakai itu sesuai dengan karakter saya yang nggak bisa diam dan suka jalan-jalan. Saya biasa menggunakan tipe jam expedition wanita selain ada sentuhan wanitanya juga ada kesan sporty dan free spirit. Jam expedition wanita juga mudah didapatkan salah satunya di MatahariMalll.com. Jangan terlalu underestimate bahwa jam tangan untuk wanita ya gitu-gitu aja, pinky-pinky. Oh, it’s no big deal, jam expedition wanita banyak modelnya, bisa dipilih sesuai dengan gaya, karakter, daaaaaan budget. *hihihi

Dengan adanya jam tangan yang terus menempel, bagi saya akan sangat mudah mengatur waktu dan merencanakan kegiatan beserta target yang harus dicapai dalam satu hari. Ketika di bulan Ramadlan ini banyak aktifitas di luar, bagi saya jam tangan sangat membantu saat harus hitung-hitungan kapan harus move on lagi dari satu tempat ke tempat lain karena saya hampir selalu lupa waktu jika sudah bertemu dengan teman, yes, keasyikkan ngobrol. *hahaha 😀

Jam tangan yang senantiasa menempel bisa menjadi pengingat bagi kita bahwa waktu terus berjalan bahkan waktu itu berlari sedangkan kita tidak bisa dengan seenaknya menunda-nunda aktifitas yang harus kita lakukan. Secara tidak langsung, jam tangan yang kita kenakan akan memaksa kemudian menjadikan diri kita terbiasa sebagai pribadi yang menghargai waktu dan orang lain. Menjadikan kita pribadi yang tepat waktu tak hanya urusan dunia tetapi juga urusan ibadah terutama di bulan penuh berkah agar aktifitas yang kita lakukan bisa lebih efektif dan maksimal. Biar makin dekat dan disayang Allah. Nah, itu cerita pengalaman saya dengan sebuah jam tangan. Semoga bermanfaat ^^

67294_XWJ00000100000567_1_swiss-expedition-e-6653-m-stainless-–-ring-orange-–-chronograph

Sumber gambar di sini