Pertemuan: Jodoh, Passion, dan Blogging

DSC_0001 (3)*dokumentasi pribadi: diambil dari gedung SCTV Tower lantai 14 saat Blogger Gathering BloggerCrony dan Liputan6*

  • Judul Buku: Blogging: Have Fun And Get The Money
  • Penulis: Carolina Ratri
  • Penyunting: Herlina P Dewi
  • Penerbit: Stiletto Book
  • Tebal: 246 halaman
  • ISBN: 978-602-7572-44-7
  • Cetakan I, Desember 2015

Bicara tentang jodoh, saya yakin topik ini akan menduduki ranking pertama di kalangan pemuda pemudi Indonesia. Jodoh yang hampir selalu diidentikkan dengan pasangan hidup. Namun, bagi saya jodoh tak hanya soal pasangan hidup semata, mimpi yang terwujud dengan proses dan jalan yang menyenangkan juga sebuah jodoh. Saling melengkapi dan saling menggenapkan.

Sudah Sewindu saya memiliki blog, sudah sedari kecil saya mencintai aktifitas menulis yang pada akhirnya saya menyadari itulah passion. Sesuatu yang keluar dari hati dan dengan hati. Menentramkan dan menawarkan kedamaian. Sejak 2008, saya memiliki blog dan hanya saya isi yang sebagian besar adalah remah-remah curhatan :D. Kemudian, suatu ketika di tahun 2013 saya memiliki mimpi bahwa saya ingin sekali jalan-jalan dan menjemput pengalaman melalui aktifitas menulis dari blog. Punya keinginan tulisan-tulisan di blog akan lebih memberi manfaat bagi saya ataupun orang yang iseng-iseng main ke blog saya.

Ada semangat menulis, tapi malas untuk nge-blog. Ada berjuta alasan yang akhirnya tulisan-tulisan numpuk di laptop. Lalu diam-diam saya memiliki pinta agar passion saya bertemu dengan jodohnya dalam bentuk apa pun asal dalam kebaikan, gitu aja. Sangat sederhana.

Suatu hari, di sebuah klub baca sebut saja Stiletto Book Club ada pengumuman buku baru yang akan segera terbit. Sampulnya eye-catching dengan paduan warna yang pas dengan judul yang memikat bagi pencari jodoh seperti saya. Dengan kemajuan teknologi yang semakin memudahkan, akhirnya saya mendapatkan jodoh untuk passion saya di dunia blogging tanpa adegan-adegan dramatis tapi tetap romantis. *haha :D. Yuk, kenalan dengan jodoh saya yang satu ini Blogging: Have Fun And Get The Money.

Sebuah buku  yang sangat saya butuhkan layaknya pendamping sebagai bekal untuk merawat dan mengembangkan passion menulis di dunia blogging. Saya pikir, sebagian besar orang akan menganggap bahwa nge-blog itu hal yang mudah: tulis lalu upload. Beres. Bagi saya sendiri, aktifitas nge-blog itu susah-susah-gampang. Susah menjaga mood yang naik turun, melawan segala macam pembenaran menunda nge-blog yang sampai sekarang saya masih berperang melawannya (doakan saya menang*hahaha), menyalurkan manfaat lewat tulisan, cara membuatnya tetap asyik dibaca hingga sebuah kenyataan bahwa nge-blog itu seperti passive income. Yap, bisa mendatangkan rejeki yang ternyata tak hanya materi.

Dalam buku Blogging: Have Fun And Get The Money, sang penulis Mbak Carolina Ratri menjelaskan dengan sangat rinci dan rapi. Mulai dari langkah yang sangat awal tentang sebuah alasan kenapa nge-blog, cara membuat blog, menentukan mau dibawa ke mana blog kita, hingga membuka kenyataan bahwa sebuah blog bisa menjadi ladang passive income bagi pemiliknya.

Saya pribadi sangat menikmati buku Blogging: Have Fun And Get The Money. Yaah, seolah-olah saya berjodoh dengan buku ini ketika 2016 ini saya memiliki keinginan untuk semakin fokus nge-blog meski bukan money-oriented tapi lebih kepada mendapat kepuasaan dari nge-blog.

Salah satu dari banyak hal bermanfaat yang disajikan oleh Mbak Carolina Ratri dalam Blogging: Have Fun And Get The Money yang berkesan sangat mendalam untuk saya adalah bagian Memelihara Semangat Nge-Blog. Di bagian ini ada 6 tips yang membuat saya senyum-senyum sendiri karena saya seakan memiliki jeda untuk praktek. Lebih-lebih di poin yang terakhir Menghadiri acara-acara yang mengundang para blogger, karena di poin ini seakan sangat ajaib menjawab keinginan-keinginan yang sudah lama ada. Hingga buku ini akhirnya saya bawa ke mana-mana saat berkesempatan mengikuti blogger gathering. Di poin itu Mbak Carolina Ratri mengatakan bahwa hadir di sebuah blogger gathering akan membuat kita memiliki bahan untuk menulis di blog, bisa memperluas networking, saling sharing antar blogger hingga mendapat kenalan dengan agensi secara langsung (yang mungkin nantinya akan menawarkan job review), pulang membawa bahan tulisan hingga mendapat suntikan semangat (halaman 113). Bagi saya, it works!

DSC_0002.jpg*dokumentasi pribadi: diambil di news-meeting room SCTV Tower lantai 14 saat Blogger Gathering BloggerCrony dan Liputan6*

Selain semangat menulis, diam-diam buku ini juga memberi suntikan untuk terus banyak membaca karena memperbanyak membaca adalah salah satu cara mencari ide tulisan yang ditawarkan dalam buku Blogging: Have Fun And Get The Money. Sebagai penulis, Anda pasti sudah tahu, bahwa tak mungkin orang bisa menulis dengan baik tanpa membaca buku-buku yang bagus. Ini juga berlaku untuk para penulis blog. (Ratri, 2015:97)

Hal menyenangkan lainnya dari buku ini dalam hal mencari ide adalah Go out and socialize. Bagi saya yang seperti layang-layang, kegiatan Go out and socialize adalah hal yang menyenangkan. Belajar bersosialisasi di dunia maya dan di dunia nyata. Menulis jangan sampai membuat seseorang apatis karena terlalu sering di depan laptop. Bersosialisasi di dunia nyata menawarka banyak hal yang bisa dilihat, dirasa, dan didengar. Bersosialisasi di lingkungan bisa menumbuhkan rasa peka yang memang harus dilatih terus menerus serta jangan malas memerhatikan sekitar kita di manapun kita berada. Begitu pesan sang penulis di halaman 96 hingga 97.

Nah, masuk di chapter 4 di buku Blogging: Have Fun And Get The Money adalah memasuki inti dari mengapa buku ini dilahirkan. Dalam chapter 4, dibahas secara mendalam tentang apa itu job review, how to get job review, seluk-beluk ratecard, menulis artikel, when it’s published, dan bookmarking. Setiap poin dijelaskan secara detail dan dilengkapi dengan contoh langkah-langkahnya dalam bentuk gambar tutorial. Jadi jangan khawatir dan takut tidak paham. Dalam buku ini juga dijelaskan tentang Google Adsense dan Program Afiliasi.

Buku ini disajikan dalam susunan yang runut, rapi, dan detail di setiap chapter. Jadi benar-benar sangat mudah dipahami dan memudahkan ketika dipraktekkan. Bahasanya ringan dan mengalir. Kalau saya pribadi, bahagia dan puas berjodoh dengan buku ini. Namun, ada kesalahan teknis atau typo, misal di daftar isi tertulis Google Adesense yang seharusnya tertulis Google Adsense meskipun demikian itu tidak mengubah kualitas buku serta kualitas isi materi. Bukankah typo juga hal yang wajar? Buku ini benar-benar layak dimiliki oleh para blogger khususnya bagi yang memiliki keinginan untuk menjadi seorang blogger yang profesional.

Yuk, semangat ngeblog, semangat berbagi! ^^

 

Advertisements

Inspiring Mom: Di Balik Tangan Dingin JeDar Couture

Don’t judge the book by its cover.

Saya pikir, kata bijak tersebut benar adanya dan semakin menyadarkan saya bahwa segala penilaian harus dimulai dengan berbagai macam pendekatan. Salah satu cara pendekatan yang bisa dilakukan adalah membangun komunikasi yang baik. Itu pun juga banyak jalannya, misalnya dengan ngobrol santai atau bahasa kekiniannya ngobrol cantik.

Nah, bertepatan pada peringatan Hari Kartini pada 21 April lalu, saya berkesempatan ngobrol cantik dengan sosok di balik tangan dingin JeDar Couture. Kesempatan tersebut saya dapat dari event BloggerCrony spesial blogger view bertajuk “Inspiring Mom: Look Great Think Smart”. Panasnya Ibukota benar-benar semakin membakar semangat saya untuk berangkat meskipun akan jadi kali pertama serta harus mencari alamat. Alhamdulillah, bukan alamat palsu.*hahaha*

DSC_0007 (1).jpg*dokumentasi pribadi*

Bicara tentang Inspiring Mom tentu saja tidak akan ada habisnya dan tentu saja memiliki standar ukuran masing-masing. Di kesempatan Kartinian kali ini, saya berkesempatan mengikuti acara ngobrol cantik bersama ibu muda yang dari tangannya terlahir sebuah karya bernama JeDar Couture. JeDar Couture bernaung di bawah PT. Buana Lautan Mas Garmindo yang terletak di pusat belanja sejuta umat ibukota bahkan dari luar ibukota.

JeDar Couture adalah sebuah brand clothing line yang dilahirkan oleh Jessica Iskandar. Iya, Jessica Iskandar yang sering terlihat di layar kaca sebagai public figure. Ibu Muda kelahiran tahun 1988 ini memulai karir di dunia modelling dan sebagai bintang layar lebar “Dealova”. Jessica Iskandar atau yang lebih akrab di sapa JeDar yang membangun personal brandingnya di dunia hiburan sebagai sosok yang terlihat tidak begitu cerdas. Namun, setelah ngobrol cantik di acara Blogger Gathering ternyata di luar dugaan. JeDar selain memang benar-benar cantik, bahkan lebih cantik dari pada saat di layar televisi, ia juga seorang sosok yang cerdas dan kuat.

Ibu muda yang pernah mengenyam pendidikan di Universitas Trisakti memulai melebarkan sayap di dunia bisnis di akhir tahun 2015, yang awalnya dirintis bersama-sama dengan Raffi Ahmad. Tidak hanya ajimumpung karena JeDar adalah seorang artis dan public figure, tetapi JeDar memang memiliki darah seni di bidang desain sesuai dengan jurusan yang pernah diambilnya ketika kuliah. Kemampuannya di bidang desain dan kecermatannya menjemput peluang tidak disia-siakan olehnya. Apalagi JeDar telah memiliki putra yang menjadi pusat segala semangatnya.

DSC_0001 (2).jpg*dokumentasi pribadi*

Menjadi single mom, mompreneur sekaligus public figure bukanlah hal yang mudah. Perlu manajemen waktu yang sangat ketat untuk menjalankan semuanya. Perlu mental kuat dan mental pemenang untuk menggerakkannya, itulah yang dimiliki oleh JeDar. Apa sajakah itu?

  • Pandai mengatur waktu. JeDar menjelaskan bahwa mengatur waktu untuk menjangkau semua rutinitas untuk menjalani hari-hari memang melelahkan. Oleh karena itu, JeDar benar-benar membaginya dengan secermat mungkin, terlebih sudah ada El Barrack yang membutuhkannya. JeDar memanfaatkan waktu senggangnya misal saat di perjalanan sambil menikmati kemacetan, ia manfaatkan untuk membalas chat yang masuk pemesanan JeDar Couture. Weekend adalah waktu yang dimanfaat untuk El Barrack, putranya dan JeDar mulai mengurangi shooting sinetron kejar tayang agar bisa tetap membesarkan JeDar Couture dan lebih banyak meluangkan waktu untuk El.
  • Fokus. Dalam menjalankan bisnisnya, JeDar mengatakan bahwa fokus adalah kunci utama. Salah satunya fokus untuk memilih media marketing. Misalnya, JeDar lebih fokus menggunakan Instagram sebagai campaign untuk mengenalkan brandnya.
  • Bangga dan bersyukur menggunakan brand hasil karya sendiri. Sebagai artis dan pusat perhatian, gaya busana JeDar pun tak lepas dari seribu pasang mata yang melihatnya. Style yang terlihat casual namun tetap elegan banyak melahirkan pertanyaan padanya. Dari sanalah, salah satu alasan JeDar Couture dilahirkan. Agar tidak hanya JeDar yang bangga memakai brand karya sendiri tetapi juga masyarakat luas ikut bangga mengenakan clothing karya anak negeri.
  • Ringan tangan dalam berbagi ilmu. JeDar menyadari bahwa segala pencapaian dan kerja kerasnya bisa tercapai dan dijalani dengan mudah juga karena keberadaan teman-teman dan para fans-nya. Di mana pun, dengan siapa pun, ia pun siap berbagi ilmu tentang bisnis clothing line-nyaKarena dengan berbagi itulah sebenarnya JeDar sedang membangun relasi, begitu ungkapnya.
  • Aktif berperan. JeDar melahirkan JeDar Couture tidak sendirian, ada tim yang hebat yang senantiasa mendukung dan membantunya. Namun, ikut aktif di dalamnya adalah hal yang penting. Bukan tidak percaya, namun ada sebuah bahagia ketika ikut aktif di dalamnya dan JeDar mendesain sendiri JeDar Couture. Menuangkan semua kreatifitas dan imajinasi dalam karyanya secara langsung sehingga brand yang ia miliki benar-benar mencerminkan pemiliknya.
  • Memenuhi Hak Anak. Menajdi ibu muda dengan segudang aktifitas, JeDar tidak lantas melupakan hal El Barrack untuk mendapatkan ASI eksklusif. Inspiring Mom ini juga selalu berupaya agar El Barrack lulus ASI hingga 2 tahun. Kebayang kan gimana tantangan yang harus ditaklukkan?

Yap, itulah sosok tangan dingin dibalik JeDar Couture yang hangat, ceria, dan penuh semangat. Lalu, apa sih JeDar Couture itu?

DSC_0010.jpg*dokumentasi pribadi: Koleksi JeDar Couture*

JeDar Couture adalah sebuah brand fashion yang dirintis oleh Jessica Iskandar. Koleksi JeDar Couture terdiri atas T-shirt, jogger, pants, denim, dress, juga jumpsuit. Nyot Nyot adalah sebuah nama celana denim strict yang ringan dan elegan. Celana Nyot Nyot ini salah satu produk yang paling hits, lhooo. Bahannya lembut dan bagus. Tidak hanya celana, JeDar juga mengeluarkan aneka T-shirt yang bahannya sangat lembut dan menyerap keringat, nyaman dipakai dan cocok dikenakan di negara tropis seperti Indonesia yang mendapat cahaya matahari terus-menerus. Modelnya juga kekinian, bisa dipakai oleh kalangan remaja, wanita dewasa, bahkan ibu-ibu sekalipun tetapi tetap up to date dan memancarkan semangat jiwa muda.

Harga JeDar Couture antara Rp 149.000 hingga Rp 700.000. Ada harga ada rupa ya :D. Tenang, kualitas dijamin bahkan JeDar yang memilih, menentukan, dan mengawasinya secara langsung. Di waktu-waktu tertentu juga tersedia diskon yang menggoda iman, jadi sering-seringlah stalking ke instagramnya @jedar_superbintangid.

Produk brand JeDar Couture juga mudah didapatkan kok, bisa pemesanan langsung via LINE, Instagram, blibli.com, Lazada, dan Zalora. Bisa juga didapatkan di offline market, yaitu di Ramayana dan Lotus.

Bulan ini rasa-rasanya saya sedang dididik oleh Tuhan lewat beragam cara dengan beragam hikmah tentang hidup. Salah satunya yang dikatakan JeDar adalah jangan pernah merasa lelah, terus berjuang memberikan yang terbaik karena kebaikan yang kita lakukan tidak hanya untuk kita melainkan untuk orang lain. Selain itu, saya juga belajar tentang penilaian bahwa jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan dalam menilai seseorang. Semoga semangat JeDar sebagai seorang ibu dan mompreneur menjadi inspirasi bagi perempuan Indonesia untuk tidak mudah menyerah dan terus semangat menciptakan kebaikan-kebaikan. ^^

FB_IMG_1461240685907
*sumber foto: kiriman*

Screenshot_2016-05-04-22-28-13.png
*sumber: Instagram @jedar_superbintangid*

 

Tips Menikmati Euforia The Big Bad Wolf Book Sale 2016

DSC_0003 (1)

Kemarin (1/5), saya dan sparing life partner memutuskan untuk mengunjungi The Big Bad Wolf (BBW) Book Sale di Indonesia Convention  Exhibition (ICE) di Bumi Serpong Damai (BSD). Perjalanan kurang lebih 30-45 menit ditempuh dari Pondokaren, terasa tidak begitu jauh ketika sampai di lokasi dan melihat buku-buku yang sangat banyak. Nggak rugilah ya…

Pameran diadakan di Hall 10, bagi yang berangkat ke sana dengan naik mobil bisa langsung parking di depan Hall 10. Namun, bagi pengunjung yang bersepeda motor, tempat parkir berada di LG Hall 1 lalu berjalan kaki menuju LG Hall 3 setelah itu naik menuju Hall 3 dan tinggal berjalan melewati setiap hall. Hall 10 berada paling ujung. Ohya, tempat parkir di LG Hall 1, jika setelah belok dari perempatan lurus sedikit, ada pertigaan belok kiri, pintu parkir di sebelah kanan jalan setelah belok di pertigaan pertama tadi. Karena jika kebablasan putar baliknya jauh…hahaha

BBW Sale pertama kali diinisiasi oleh direktur eksekutif BookXcess, Andrew Yap. Awalnya, dulu BBW Sale pertama kali diadakan tahun 2009 di Malaysia dan sukses sebagai acara tahunan sampai sekarang sedangkan tahun ini adalah tahun pertama diadakan di Indonesia. Kalau saya sih ya, semoga menjadi agenda tahunan. Di BBW ini harga buku dipatok dari harga Rp 30.000-Rp 200.000, tetapi rata-rata Rp 45.000-Rp 95.000 itu sudah dapat buku dengan kualitas sangat bagus.

DSC_0005.jpg

BBW Book Sale 2016 kali ini terbagi dalam dua jenis buku berdasarkan asal kedatangannya, ada buku dalam negeri dan buku impor. Namun, buku impor tetap mendominasi dan buku dalam negeri hanya ada dari penerbit Mizan Group. Jadi, terselenggaranya BBW ini menurut saya bisa memfasilitasi warga Indonesia akan buku-buku berbahasa Inggris, bukan karena tidak cinta bahasa Indonesia tetapi agar lebih memiliki wawasan yang lebih luas dan mendapat buku-buku berbahasa Inggris dengan harga yang sangat murah dan tetap berkualitas. Saya pernah punya pengalaman beli novel di Amazon ketika dilihat dari nilai dolar sih sedikit, tapi setelah dikurs-kan ke rupiah memang bikin dompet jebol belum termasuk tambahan biaya dari masuk Indonesia hingga ke tangan (Ayah) saya*hahaha* Ketika ada BBW ini, saya pribadi sangat senang. Dengan budget beli di Amazon/Periplus bisa dapat banyak buku di BBW. *Pokoknya gak mau rugi…haha*
Semoga penilaian kita terhadap keberadaan BBW ini tidak terlalu sempit ya ^^

Saya mengamati buku-buku impor yang dijual dalam ajang BBW ini termasuk buku-buku best-seller dan buku-buku eksklusif yang dikenal mahal tetapi bisa diboyong dengan harga miring plus tiarap. Beneran! Buku-buku yang tersedia terdiri atas beragam genre. Ada family, cook, art and craft, photography, references, fiction, dan berbagai macam buku anak-anak. Ada juga poster yang dijual dengan gambar menarik nuansa vintage. Bagi yang sedang merencanakan dekorasi rumah bisa langsung lihat-lihat posternya. Meskipun BBW Book Sale diselenggarakan di hall yang sangat luas, tetapi para pengunjung tidak perlu khawatir karena setiap genre panitia memberikan tulisan untuk memudahkan para book hunter. 

Tips dari saya untuk memudahkan dan semakin nyaman berkunjung di BBW Book Sale:

  1. Buat daftar buku dan tetapkan budget yang akan digunakan. Menurut saya, hal ini penting dilakukan agar menghindari rasa kalab di ‘medan perang’ *haha
  2. Bawalah uang tunai. Jika melihat kondisi kemarin, saya lebih menyarankan untuk membawa uang tunai, meski di sana juga ada atm di ICE BSD di hall 4 (seingat saya) dan ada mobil atm juga namun dengan antrean. Ohya, kemarin diumumkan bahwa debit atm BCA tidak bisa digunakan untuk transaksi di sana. (Ntah kenapa, namun hanya itu yang saya dengar)
  3. Bawalah kantong sendiri dari rumah. Nah, karena di sana pengunjungnya sangat banyaaaaak, akan ada kemungkinan kehabisan troly. Jadi daripada membawa buku incaran ke mana-mana lebih baik diletakkan di kantong yang sudah disiapkan dari rumah sekaligus diet kantong plastik ketika nantinya sudah selesai transaksi di kasir.
  4. Menyiapkan bekal atau setidaknya makan terlebih dahulu. Di BBW, sangat sedikit yang menjual makanan bahkan bisa dihitung jari dengan menu fast food tentu saja. Harganya antara Rp 25.000-Rp 40.000. Kalau saya melihatnya dari segi porsi, daripada dibelikan makan lebih baik dibelikan buku udah dapat 1. *haha
  5. Lihat dan ingat-ingat denah. Hal ini penting dilakukan agar kita bisa memetakan ke arah mana yang pertama kali akan dituju. Denah diletakkan di samping pintu masuk. Boleh juga foto-foto di depan denah. It’s free!
  6. Pakailah pakaian yang nyaman. Karena di sana banyak sekali pengunjung dan meski sudah ada AC tetep saja akan terasa gerah, itu wajar dan jangan terlalu menghakimi dengan keadaan yang seperti itu. Jadi pakailah pakaian yang nyaman dan bagi perempuan, bawalah tas yang tidak membuat repot.
  7. Sparing Partner yang sama-sama suka baca atau setidaknya suka dengan buku. Poin ini juga tidak kalah penting. Setiap momen memang memiliki rasa dan nuansa yang berbeda bagi setiap orang. Tentukan partner yang memiliki selera yang sama ketika berkunjung ke BBW. Bagi yang sudah memiliki life-time partner dan bisa selalu satu radar, maka bersyukurlah karena mendapat dalam satu paket komplit. 😀

Selanjutnya, tentang ketersediaan tempat salat bagi pengunjung muslim. Jangan khawatir, tersedia musalla di lantai 2 hall 8 dengan suasana yang nyaman, dingin dan karepet yang wangi. Namun, bagi muslimah yang mungkin seperti saya (yang seringnya dianggap ribet ketika berwudlu), tempat wudlu yang disediakan it is not moeslema-friendly karena wudlunya harus berbarengan dengan jamaah laki-laki. Hanya ada 2 kran air. Kalau saya kemarin, wudlu di toilet yang saya pikir ada kran air di setiap kotak toilet, tapi saya tidak menemukan. Konsep toilet modern yang ada di ICE BSD. Namun, karena kepepet akhirnya saya wudlu di wastafel 😀 Jadi bagi muslimah yang sedang tidak salat justru lebih diuntungkan karena sedang datang bulan. *hehehe*

Yap, itulah pengalaman kemarin mengunjungi The Big Bad Wolf (BBW) Book Sale 2016. Semoga tips dan sedikit gambaran dari saya bisa bermanfaat untuk yang memiliki rencana berkunjung ke BBW saat longweekend besok. Semoga bermanfaat dan tetap menyenangkan. ^^

DSC_0006.jpg

 

Sosok Di Balik Kepopuleran Jalan H.R Rasuna Said Jakarta

rasunasaid*sumber gambar di sini.*

Bagi saya, sebagai newcomer di Jakarta sebuah jalan bernama H.R Rasuna Said sudah cukup familiar di telinga, apalagi bagi warga Jakarta jalan H.R Rasuna Said tentu sudah tidak asing lagi, bahkan saya pikir sebagian besar warga Jakarta menghabiskan waktu untuk beraktifitas di kasawan H.R Rasuna Said yang memang terletak di jantung ibukota.

Jalan H.R Rasuna Said adalah salah satu jalan utama Jakarta sekaligus pusat bisnis dan perekonomian ibukota yang biasa dikenal sebagai Financial District  (Poros Sudirman-Thamrin-Kuningan), begitu kata seseorang yang saya tanyai saat berada dalam TransJakarta. Jalan ini membentang menghubungkan  Menteng, Jakarta Pusat ,Tendean hingga Mampang Prapatan Jakarta Selatan. *semoga saya benar nyatatnya saat mendengar jawaban yang saya dapat*haha 😀

Sebelum saya berstatus newcomer, saya pernah beberapa kali berkunjung ke sebuah kantor yang bertempat di Menara Jamsostek kawasan Sudirman dan di saat bersamaan kawasan H.R Rasuna Said juga disebut-sebut. Ternyata memang saling berdekatan. Kawasan H.R Rasuna Said akan banyak dijumpai banyak perantoran dan kantor-kantor kedutaan besar, di antaranya Kedutaan Polandia, Kedutaan Turki, Kedutaan Belanda, Kedutaan India, Kedutaan Singapura, Kedutaan Swiss, Kedutaan Hungaria, dkk.

Lalu, siapakah sosok di balik nama besar H.R Rasuna Said?

Awalnya, saya tebak-tebak (tanpa) berhadiah bahwa sosok di balik nama besar H.R Rasuna Said adalah seorang laki-laki. Namun, tebakan saya salah. Di balik nama besar H.R Rasuna Said adalah seorang wanita tangguh dan pemberani. Hal yang cukup menakjubkan bagi publik saat beberapa poster beredar di lini masa Facebook yang membagikan informasi tentang sosok H.R Rasuna Said.

Hajjah Rangkayo Rasuna Said yang kemudian dikenal dengan nama H.R Rasuna Said adalah sosok wanita pemberani, berwawasan luas dan bekemauan keras. Sosok wanita yang dilahirkan di Maninjau, Agam, Sumatra Barat ini juga disebut sebagai srikandi kemerdekaan karena perjuangannya yang gigih melawan penjajahan Belanda serta ketika kependudukan Jepang, H.R Rasuna Said ikut berpartisipasi aktif sebagai pendiri organisasi pemuda Nippon Raya di Padang. Meskipun pada akhirnya organisasi yang didirikannya dibubarkan oleh Pemerintah Jepang.

Dalam kesempatan yang lain, H.R Rasuna Said juga menjadi anggota Persatuan Muslim Indonesia. Di sisi lain, karena sikap tegas dan berpikir kritis itulah H.R Rasuna Said ditangkap dan dipenjara oleh pemerintah Belanda sekaligus menjadi sebagai wanita pertama yang terkena hukum Speek Delict yang dianggap menentang pemerintah Belanda.

Sebagai srikandi kemerdekaan, H.R Rasuna Said juga memiliki prestasi di dalam karir politinya di DPR RIS dan kemudian menjadi anggota Dewan Pertimbangan Agung sejak tahun 1959 hingga meninggal. Sosok kelahiran September 1910 ini juga memiliki amanah sebagai Sekretaris Cabang Sarekat Rakyat, Anggota Dewan Pertimbangan Agung, dan Dewan Perwakilan Sumatera. Atas segala usaha yang beliau upayakan akhirnya sosok H.R Rasuna Said mendapat gelar pahlawan nasional berdasarkan Surat Keputusan Presiden R.I. No. 084/TK/Tahun 1974 tanggal 13 Desember 1974.

Jadi, itulah sosok di balik nama besar Jalan H.R Rasuna Said. Sosok pemberani dan berwawasan luas yang akhirnya diabadikan menjadi nama sebuah jalan di jantung ibukota kota. Sebuah nama jalan yang menurut saya memiliki nilai filosofis dan menyimpan harapan yang tinggi agar pemuda-pemudi generasi sekarang maupun mendatang mampu meneladani semangat juang meski di zaman yang berbeda dan dengan cara yang beragam pula. Tidak kalah penting, kita seharusnya sebagai generasi masa depan setidaknya menyisihkan ruang untuk mengingat pahlawan-pahlawan kita bukan untuk terjebak nostalgia kemenangan di masa lalu, tetapi juga untuk tidak mudah putus asa berjuang demi mimpi dan cita-cita.

Sumber Bacaan:
*http://www.tokohindonesia.com/biografi/article/295-pahlawan/1934-orator-srikandi-kemerdekaan
*http://profil.merdeka.com/indonesia/r/rasuna-said/
*https://id.wikipedia.org/wiki/Rasuna_Said
*http://jualtasrajut.com/blog/biografi-singkat-hr-rasuna-said/
*http://www.kusuka.com/2015/11/11/sejarah-rasuna-said/

Catatan Penting (banget): Bertanya sana-sini saat berada di KRL maupun TJ “Mbak, udah lama di Jakarta? Asli Jakarta?”, jika suatu saat bertemu dengan Mbak-Mbak yang bertanya seperti itu, mungkin itu adalah saya…hahaha 😀

 

Sudah Sewindu

Sore ini ada banyak lagu yang berbaris rapi di playlist -now playing- mulai dari lagu-lagu dari Jay dan Gatra Wardaya, Maudy Ayunda, Frau, Ost. AADC hingga berlabuh pada lagu Tulus yang berjudul Sewindu yang akhirnya mengingatkan saya akan usia rumah aksara ini. Yap, Ruang (C)indi telah berusia 8 tahun. Namun, jika dilihat dari usianya yang sudah menuju matang, saya pun akhirnya malu sendiri karena belum maksimal merawat dan ‘membesarkannya’. Lagi-lagi, menjadi ‘ibu’ adalah proses di mana belajar tak mengenal kata henti.

Rumah aksara ini lahir di sebuah ruang di lantai dua MAN 1 Surakarta, ruang lab komputer. Rumah aksara ini lahir karena saya dan beberapa teman yang meminta ekstra waktu untuk menggunakan komputer beserta fasilitas internet pada seorang ustadz super kece di akhir kelas. Seorang ustadz yang dengan penjelasannya akhirnya saya penasaran apa itu blog, seberapa asyik memiliki blog, dan seberapa efektif untuk membuang uneg-uneg saat itu. Meski sudah di akhir masa putih abu-abu 😀

Seorang ustadz yang bahkan hingga kini masih selalu keep on touch pada saya dan teman-teman atau jika saling selo kami juga melempar candaan ringan secara langsung ataupun di dalam kolom komentar.*haha 😀 Seorang ustadz yang bahkan di setiap kunjungan ke UGM, beliau selalu menghubungi saya. Ustadz IT terkerenlah ya…

Sewindu yang berlalu dan rasa-rasanya teramat sayang dengan apa yang sudah berlalu tanpa saya memberikan yang spesial apa rumah aksara ini. Lebih mengenaskan lagi ketika 2015 hanya ada dua jari tulisan yang amat tidak penting bahkan seakan hanya untuk memenuhi ‘yang penting ada postingan’.

Rumah ini, dulunya dibangun di platform blogspot tetapi hanya sebentar dengan tagline ‘Secangkir Coklat Panas’ yang bermakna tentang harapan pada sebuah tempat di kawasan mediterania. Benar-benar rumah seorang pemimpi. Tepatnya tahun ke berapa saya lupa, akhirnya bermigrasi ke platform wordpress dan semoga bisa segera pindah dengan domain sendiri.

Sewindu berlalu dan tetap masih dalam rencana-rencana besar ‘to write’. Sudah sewindu, saya merawatnya dan di akhir 2015 yang lalu, saya memang sudah meniatkan untuk belajar tentang blog dan segala sesuatu yang akan mendukung pertumbuhannya. Sudah sewindu, akhirnya semua niatan dijawab Tuhan. Saya mengikuti seminar, workshop, komunitas, talkshow, teman-teman, dan buku tentang have fun blogging. Hakikatnya, segala sesuatu butuh ilmu dan saya memang ingin serius merawat rumah aksara ini sebagai salah satu wadah passion saya.

Sudah sewindu, akhirnya saya pun menemukan muara ke mana rumah aksara ini akan berlabuh, akan seperti apa dan semoga tidak berhenti pada sebuah niatan dan perencanaan. Semoga, semoga, semoga.

Selamat berlabuh di dermaga ‘Sewindu’. ^^

Serunya Kuliah Lapangan Ala #siAPP Jalan-Jalan

Sebagai seorang yang memiliki latar pendidikan yang jauh dari bidang teknik dan industri, betapa bahagia ketika mendapat ajakan dari seorang kawan yang saya anggap senior di bidang jurnalisme untuk jalan-jalan rasa ‘kuliah lapangan’ di kawasan industri hijau. Industri hijau yang akan dikunjungi berada di kawasan Karawang yang terkenal sebagai salah satu pusat kota industri. Lalu, mengapa saya menyebutnya sebagai industri hijau? Yuuuk, lanjutin bacanya, pelan-pelan saja. 😀

Selasa (19/4) adalah pengalaman pertama saya merasakan kuliah lapangan di sebuah industri hijau, PT. Pindo Deli Pulp and Paper yang terletak di kota Karawang, Bekasi Timur. Saya menyambut ajakan dan perjalanan dengan antusias. Awal pagi itu, mula-mula saya mulai dengan sebuah rasa syukur sebagai newcomer di Jakarta, saya memperoleh kesempatan langka ‘melihat’ sisi lain hiruk pikuk kota Jakarta. Kendaraan yang nyaring dengan klaksonnya dan ritme orang-orang yang akan memulai aktifitasnya.

IMG-20160419-WA0000

Perjalanan dimulai di titik meeting point yang telah ditentukan di Sinar Mas Land Tower kawasan Thamrin. Saya tidak sendiri, ada banyak partner yang berada dalam perjalanan menuju Karawang. Saya bersama orang-orang hebat. Menurut saya, perjalanan yang menyenangkan itu tergantung partner perjalanannya, mengasyikkan atau membosankan. Betapa saya senang sekali bersama partner yang mengasyikkan.

IMG-20160419-WA0008

Perjalanan Jakarta-Karawang ditempuh kurang lebih 2 hingga 2,5 jam. Setelah keluar tol memasuki kawasan industri, sampailah kami di PT. Pindo Deli Pulp and Paper. Hal yang menakjubkan saat memasuki kawasan PT. Pindo Deli Pulp and Paper betapa mata dimanja dengan hijaunya pohon-pohon yang menjulang di kanan-kiri. Sensasinya semacam naik-naik ke puncak gunung.

IMG-20160419-WA0071

Tiba di kantor, kami disambut dengan sangat hangat oleh Bapak Andar Tarihoran -CSR dan Humas-. Sebelumnya, kami disambut oleh para bapak-bapak keamanan yang membagikan kartu VIP Visitor dan helm-helm putih, ini dilakukan sebagai SOP keamanan. Sambutan hangat berlanjut di ruang auditorium PT. Deli Pindo Pulp and Paper dengan kombinasi aroma kopi dan teh panas dengan ruangan yang sejuk, kami mengikuti sambutan Bapak Huang Hua Ching -Direktur- dilanjutkan dengan profil perusahaan berlanjut dengan inti materi how we look into paper making process.

Pernahkah kita memikirkan atau sedikit terlintas tentang proses lahirnya kertas yang ada di tangan kita? Apakah sesederhana saat kita menggunakannya? Nah, saya pun juga baru mengetahui bahwa kertas terlahir dengan proses yang tidak mudah dan panjang. Ada orang-orang hebat yang membidani kertas-kertas yang kita pakai. Ada mesin-mesin yang harus dipantau setiap detik dalam perputaran waktu 24 jam.

Di ruang auditorium, saya (kami) mendapat penjelsan yang rinci tahapan pembuatan kertas dan tisu. Namun, lagi-lagi saya mendapati banyak istilah-istilah yang asing di telinga, ya meskipun ada video yang diputar jadi sedikit membantu memberi gambaran. Setelah semua sesi dijelaskan dengan sangat bagus, Bapak Andar seakan menangkap antusias kami termasuk saya dengan tawaran yang akhirnya membawa saya melihat secara langsung dengan mata kepala sendiri proses kelahiran para kertas putih berkualitas yang hadir di tengah-tengah kita.

DSC_0007.jpg

Yap, kuliah lapangan dimulai di Distrik PM 8. Sebelumnya, kami sudah dijelaskan tentang peraturan mengunjungi pabrik di mana segala proses pembuatan kertas dilakukan, di antaranya kami tidak boleh mengambil foto di sudut-sudut tertentu karena akan mengganggu sistem kerja mesin yang sangat sensitif dengan kilatan kamera. Proses yang panjang dan tidak sederhana terjadi di sini, mulai dari pembersihan bahan baku, pengolahan, hingga penggulungan menjadi jumbo roll paper yang nantinya masih harus dipotong menjadi ukuran A4 dkk. Rangkaian mesin diawasi selama 24 jam secara terus-menerus. Proses ini dibagi menjadi 2 shift kerja yang masing-masing terdiri dari 32 orang yang akan siap siaga menjaga.

DSC_0011(1)

Selain mereka para yang berperan dibalik layar melakukan pengawasan, ada juga yang memiliki peran di balik botol-botol eksperimen yang berada di laboratorium. Disinilah kualitas benar-benar dijaga yang akhirnya membuahkan hasil bahwa kertas milik PT. Pindo Deli Pulp and Paper diakui kehalalannya oleh MUI. Saya pikir ini adalah sebuah komitmen untuk melindungi hak konsumen. It is a big deal for using a good stuff in life.

DSC_0009(1).jpg

Selama berkeliling pabrik, akhirnya saya menyadari ada yang salah tentang apa yang saya pikirkan. Ketika masuk mata dimanja habis-habisan dengan dedaunan yang seakan melambai mesra yang itu saya pikir ‘ah, hanya di depan aja, coba nanti di belakang apakah seperti ini?’. Maafkan atas kacaunya prasangka saya ini, ternyata prasangka salah, dari kantor menuju distrik PM 8 pepohonan rindang di sisi kanan-kiri semacam hutan pinus, jika dilihat dari betapa rapi barisan pohon, maka memang sengaja dibuat sehijau mungkin lingkungan PT. Pindo Deli Pulp and Paper, meski ada beberapa bagian yang pepohonannya tidak beraturan, mungkin itu bagian yang alami yang sudah ada ketika pabrik mulai berdiri. Kawasan hijau dengan rindangnya pepohonan masih terus berlanjut menemani perjalanan dari distrik PM 8 hingga kembali lagi menuju pintu gerbang di depan.

Tentang PT. Pindo Deli Pulps and Paper

Agar lebih bisa menghayati bagaimana bahagia yang saya rasa ketika jalan-jalan rasa kuliah lapangan, simak dulu video proses dibalik layar di sini.

Industri hijau adalah industri berwawasan lingkungan yang menyelaraskan pembangunan industri dengan kelestarian fungsi lingkungan hidup melalui efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya secara berkelanjutan. Hal ini terlihat setidaknya di lingkungan kawasan pabrik yang benar-benar hijau. Perjalanan PT. Pindo Deli Pulps and Paper mendapat gelar industri hijau tidak serta jatuh dari langit begitu saja. Namun, melalui berbagai proses dan tahapan melalui beberapa kriteria penilaiannya. Di antaranya didasarkan pada tiga hal utama, yakni proses produksi yang meliputi efisiensi produksi, penggunaan material input, energi, air, teknologi proses, sumber daya manusia dan lingkungan kerja di ruang proses produksi. Kemudian, kinerja pengelolaan limbah meliputi penurunan emisi CO2 (untuk industri besar), pemenuhan bahan baku mutu lingkungan (industri sedang), serta manajemen perusahaan. Semua kriteria penilaian tersebut didapat melalui proses dalam rangka meningkatkan kualitas.

Penghargaan industri hijau diberikan Kementerian Perindustrian dan diserahkan langsung oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla pada 2015 sekaligus hal ini menegaskan bahwa perusahaan telah menerapkan upaya efisiensi dan efektivitas dalam penggunaan sumber daya secara berkelanjutan. Penganugerahan Penghargaan Industri Hijau dilaksanakan setelah melalui berbagai tahap seleksi dan verifikasi oleh Kementerian Perindustrian berdasarkan sistem yang dievaluasi secara berkala termasuk kinerja pengelolaan lingkungan perusahaan.

Beberapa hasil produksi PT. Pindo Deli Pulps and Paper antara lain Bola Dunia, Buku Mirage, Gold Paper, Sinar Dunia, Paseo, dan Nice. Nama-nama (produk) yang sudah tidak asing lagi di kehidupan sehari-hari.

Nah, satu lagi yang membuat saya tertarik adalah sebuah obrolan singkat di antara deru mesin adalah bahwa PT. Pindo Deli Pulp and Paper juga mendaur ulang kertas sebagai komitmen dari gelar industri hijau yang telah disandangnya. Semoga pendengeran saya benar adanya di antara bising dalam menangkap info menyenangkan ini. Para punggawa dibalik layar pun dengan dedikasi tinggi menghadirkan sesuatu yang terbaik, maka kita generasi muda ini juga harus bangga dengan menggunakan produk dalam negeri.

Sampai ketemu kembali di jalan-jalan antimainstream rasa kuliah lapangan selanjutnya yaaa… *(bukan)kode 😀

IMG_20160419_192238.jpg

Disclaimer: foto-foto di HP saya semua masuk di galeri dan saya sendiri bingung mana jepretan saya sendiri dan mana yang berasal dari group WA. Bagi teman-teman yang merasa memiliki hak cipta, boleh meninggalkan komentar agar nantinya saya tambahkan keterangan di bawah foto. Terimakasih ^^

 

 

BloggerCrony Meets Up: ‘Branding You and Your Blog’ Bersama Dya Loretta & Forum Liputan6 SCTV

Pertama-tama, saya ingin mengheningkan cipta terlebih dahulu untuk sejenak bersyukur atas kesempatan yang saya terima melalui Blogger Crony Community. Kedua, mau sungkem dulu ke Mbak Wawa biar jadi anak yang berbakti *hehe* dan mengucap salam pada Mas Satto Raji karena ‘melirik’ saya hingga saya bisa punya kesempatan ‘main’ ke SCTV Tower.

DSC_0001 (1)*Dokumentasi Pribadi*

Di penghujung minggu kedua di bulan April ini, saya mendapat kesempatan untuk belajar tentang personal branding khususnya blog dengan judul ‘Branding You and Your Blog’ bersama Dya Loretta –Dosen Komunikasi dan Marketing Communication Expert di 5 universitas- & Forum Liputan6. Workshop hari ini adalah salah satu agenda program Capacity Building BloggerCrony untuk D’Cronys menambah softskill. 

DSC_0003*Dokumentasi Pribadi*

Blogger meets up dalam workshop ‘Branding You and Your Blog’ diselenggarakan di News Meeting Room lantai 14 SCTV Tower Senayan City. It was a great chance to me, betapa tidak, kapan lagi bisa masuk kantor SCTV dengan keamanan yang super oke *hahaha*. Acara di buka dari Forum Liputan6 SCTV tentang beberapa program Forum Liputan6 termasuk menjelaskan tema lomba Liputan6 tentang Kartini (Kekinian) serta sambutan hangat untuk para peserta.

DSC_0013*Dokumentasi Pribadi*

Sesi selanjutnya materi personal branding disampaikan oleh Mbak Dya Loretta yang diawali dengan sebuah kisah inspiratif seorang gadis cilik yang akrab disapa Icha, dia adalah salah satu gadis cilik yang sukses membangun personal branding di usia 7 tahun, usia yang masih sangat muda. Mbak Dya Loretta menurut saya sangatlah bagus menyampaikan setiap poin materi sehingga saya khususnya sebagai salah satu peserta mampu menyerap dengan baik sambil flashback kejadian atau peristiwa yang pernah saya lalui, lihat, ataupun saya dengar yang memiliki kemiripan atau sama persis dengan apa yang disampaikan MbaDya Loretta.

DSC_0011*Dokumentasi Pribadi*

Suksesnya membangun personal branding akan sangat berpengaruh kepada blog yang sudah kita bangun. Ketika kita semakin memahami konsep diri kita maka akan semakin puas dan merasa nyaman dengan diri kita di mana kita akan menemukan ciri khas dari diri kita yang akan jadi kekuatan kita dalam rangka self promotion jika kita sebagai blogger maupun sebagai entrepreneur. Ada beberapa elemen personal brand identity yaitu, attribute, personality, value and benefit, uniqueness, outlook, dan consistence. Personal Branding berangkat dari soul (jiwa) yang ada dalam diri.

DSC_0014*Dokumentasi Pribadi*

Setelah kita mampu mengenali siapa diri kita dan mampu membangun sebuah personal branding, maka tahap selanjutnya adalah menentukan elemen media sebagai media komunikasi yang akan mendukung kita. Mbak Dya Loretta membaginya dalam 5 hal yaitu, lingkungan, makna, simbol, proses, dan sosial.

DSC_0009*Dokumentasi Pribadi*

Sekarang ini, saya benar-benar mengakui bahwa dunia media digital sangatlah mengalami kemajuan bahkan hampir-hampir tak terbentung. Kemajuan itulah yang seharusnya kita mampu menangkap peluang untuk dimanfaatkan sebagai media online kita memperkenalkan diri kita. Beberapa media digital yang familiar telah kita kenal, seperti Facebook, Twitter, Periscope, Linkedin, Instagram, blog dengan berbagai platform, dan kawan-kawannya. Semua media online itu bisa kita jadikan sebagai media promosi yang menampilkan image tentang diri kita.

DSC_0012*Dokumentasi Pribadi*

DSC_0016*Dokumentasi Pribadi*

Lalu, apa tahap selanjutnya? Tahap selanjutnya adalah memahami dan menentukan target pembaca. Misalnya, beauty blogger memberikan tips make up dan review produk kecantikan dengan target pembaca usia 18-25, make up untuk ke kantor, make up untuk hang out, dan seterusnya.

Setelah semua dilakukan, hal yang paling terakhir adalah harus konsistensi dan fokus. Fokus meningkatkan branding yang sudah dibangun di media sosial yang kita gunakan serta konsisten mengunggah tulisan kita sebagai komitmen dari sebuah konsistensi.

DSC_0019*Dokumentasi Pribadi*

Daaaan, you can say proudly, “Yes, it’s me!”

DSC_0017*Dokumentasi Pribadi*

Nah, tibalah saatnya saya cuap-cuap tentang workshop yang telah menyalakan semangat saya untuk terus bisa meng-upgrade kualitas diri saya di dunia per-blogging-an, konsisten, dan fokus. Poin-poin yang susah-susah gampang.

Saya teringat bahwa ‘rumah’ aksara saya ini telah saya bangun sejak April 2008. Yap, telah berusia satu windu. Namun, usia dan kualitas yang saya hasilkan belumlah sebanding. Dari workshop “Branding You and Your Blog” akhirnya saya mensyukuri bahwa saya memiliki ilmu dan pengalaman sebagai bekal ‘mau dibawa ke mana blog ini’ *sambil dinyanyiin* Saya pun seharusnya sudah harus memulai untuk mengurangi segala macam pembenaran yang membuat saya menunda untuk menulis. Sayang banget kan, ilmu ada, para coaches yang hebat ada, dan teman-teman yang saling menularkan semangat ‘ayo menulis’ pun ada. Selain tentang menulis, pengalaman hari ini telah membawa saya ‘melihat’ Jakarta melalui passion sekaligus sama bisa belajar tentang public speaking dari Mbak Dya Loretta dan seni berkomunikasi dengan teman-teman yang baru saya temui. Ah, this happiness is unspoken conclusion.

Daaaan, terimakasih BloggerCrony Community ^^

13006734_1128087470566669_7245607578012198827_n*Foto dari Fatiha Fathan Fara*