Cerita Ramadhan Hingga Mudik Lebaran Bersama Sahabat Vermint

Ramadhan tahun ini benar-benar berkesan untuk saya. Bagaimana tidak, segala lika-liku, tantangan, hingga cerita manisnya bak legitnya madumongso berpadu nastar dengan selai nanas *hahaha*

Akhir Mei lalu menjelang Ramadhan, saya sempat sakit demam plus-plus lalu berakhir dengan radang tenggorokan yang cukup menyita perhatian orang-orang di sekitar saya, karena perubahan suara yang membuat saya juga lumayan takjub 😀 Mulai dari serak-serak basah kemudian suara timbul tenggelam yang puncaknya suara tidak muncul sama sekali hingga kembali ke serak-serak basah yang jika saya bersuara di ruang ber-AC atau tempat yang tenang maka suara saya akan sangat menyita perhatian.

Radang tenggorokan yang tetap bertahan hingga Ramadhan datang dan bagi saya bukanlah hal yang mudah menjalani puasa dengan kondisi yang tidak fit sempurna.  Dalam kondisi seperti itu biasanya ketahanan tubuh juga naik turun. Apalagi saya memiliki alergi, salah satunya  jika terkena debu, hidung saya akan mbeler-mbeler dan jadi anak ingusan *hahaha 😀

Efek lain yang timbul dari radang tenggorokan yaitu, batuk yang membuat perut terasa kencang, kadang juga hingga kram perut. Badan yang rasanya selalu meriang. Duh, rasanya sedap. Semoga bisa jadi penggugur dosa apalagi bisa tetap menjalankan puasa bagi saya sudah nikmat luar biasa. Kedatangan bulan Ramadhan nikmatnya jauh lebih besar dan jauh lebih membahagiakan daripada rasa sakit yang (mungkin) tak seberapa.

Ramadhan tahun ini, dengan adanya sakit yang berlapis membuat saya melakukan persiapan yang lebih matang daripada sebelum-sebelumnya. Tak hanya persiapan ruhiyah, tetapi juga persiapan lahiriyah. Mas partner yang benar-benar totalitas menyiapkan stok buah-buahan, kurma, madu, dan cemilan 😀 Sedangkan saya tinggal santai-santai aja sambal mengingat instruksi Mas Partner. Nggak ding, Alhamdulillah, saya juga menyediakan stok Vermint untuk menjaga daya tahan tubuh. Terasa manfaatnya menjadi Sahabat Vermint untuk saya. Karena Vermint adalah supplemen untuk menjaga daya tahan tubuh, Alhamdulillah membantu dan menemani saya menjalani puasa di bulan Ramadhan dengan bahagia, lancar, tenang, dan jauh dari loyo-loyo meski dengan batuk-batuk yang sering datang dan pergi, badan panas-dingin, perut kram, dan mual-mual.

Ngomong-ngomong tentang Vermint, saya punya pengalaman yang menyenangkan. Saya memiliki beberapa alergi dan sistem pencernaan yang kurang bagus khususnya siklus BAB *hehehe ^^v Nah, setelah resmi menjadi Sahabat Vermint saya akhirnya menyadari saya bisa BAB tiap hari lalu saya sempurnakan dengan FC juga. Bagi orang lain bisa saja itu biasa aja, tapi bukan bagi saya. Bagi saya itu luar biasa. Bahkan saya selalu berkabar soal itu pada sahabat saya, Aulia. *hahaha…ups*

Ramadhan dan lebaran pastilah tidak bisa dipisahkan lagi hingga sebagian besar warga ibukota seperti saya yang pastinya akan menjalani mudik lebaran. Mudik lebaran ini hukumnya wajib bagi saya dan Mas Partner. Apalagi mudik yang akan saya dan Mas Partner jalani itu tak hanya mudik ke Ngawi (rumah orangtua kami) tetapi juga ke Tulungagung, rumah Embah dari Ayah Ibuk saya. Yap, double mudik. Awalnya saya merasa berat untuk mudik karena komdisi tubuh yang naik turun, lalu memantapkan niat dan hati untuk mudik ditemani oleh Vermint, sahabat setia yang membantu menjaga daya tahan tubuh tetap dalam kondisi baik. Alhamdulillah mudik ke Ngawi lancar dan saya pun tetap dalam keadaan sehat.

IMG-20160625-WA0010

Mudik lanjutan setelah Jakarta-Solo, ini di tengah perjalanan mudik Solo-Ngawi dengan motor dan sista cantik kesayangan 😀

Ketika sampai di rumah, tantangan justru bertambah. Jika di Jakarta masih lumayan hujan tercurah, tetapi di Ngawi benar-benar kering, panas, dan membuat debu leluasa terbang kemana-mana. Jadilah saya semakin harus bertanggungjawab menjaga daya tahan tubuh agar di sepuluh hari terakhir bisa mencapai titik maksimal untuk tamu special yang kemuliaannya tak ada tandingannya. Selain sayur, buah, kurma, dan madu, Vermint masih menjadi sahabat saya mempersembahkan yang terbaik. Nah, akhirnya, Vermint tak hanya menjadi sahabat saya saja, tetapi juga menjadi sahabat ibuk dan ayah saya. Setelah mengonsumsi Vermint beberapa hari, Ibuk merasa tidak cepat lelah seperti biasa, panas-panas di telapak kaki juga banyak berkurang dan kolesterol setelah dicek juga dalam keadaan normal. Kata Ibuk, badan bisa jadi lebih segar. Beda lagi cerita dari Ayah, beliau memiliki alergi yang hampir sama dengan saya, setelah beberapa hari menjadi sahabat Vermint, Ayah saya jarang mbeler-mbeler lagi jika kena debu. Jadi, bersemangatlah keduanya menjadi sahabat Vermint.

DSC_0002_1468139014

Mudik ke-3, Ngawi-Tulungagung bersama keluarga

Ada satu lagi cerita menyenangkan tentang Vermint. Tadi pagi, ada seorang sahabat yang berkunjung ke rumah. Sahabat saya ketika SMP sekaligus sahabat bahkan belahan jiwa Mas Partner dari SMA hingga sekarang. Dia bercerita bahwa pernah berkunjung ke pabrik pembuatan Vermint dan menceritakan betapa bersih pabrik hingga proses pembuatannya. Ah, makin antusias menjadi sahabat Vermint untuk berbagi manfatnya.

Menjadi sahabat Vermint itu bagi saya adalah sebuah usaha untuk menjaga nikmat sehat tetapi juga tidak melupakan dengan selalu memohon anugerah sehat yang titipkan Allah. Karena anugerah sehat itu datang dengan beragam cara dan berbagai perantara. Kewajiban kita adalah berusaha, iya kan? Iya kan? 🙂

Selain itu, kita juga harus memiliki hati yang bahagia, tentram, dan tetap optimis. Karena pernah ada yang mengatakan bahwa Allah itu sesuai dengan prasangka hamba-Nya, jadi tetaplah berprasangka baik bagaimanapun keadaannya agar Allah titipkan bahagia di hati dan pikiran hingga sehatnya badan yang menunjang segala aktifitas kebaikan sebagai salah satu wujud syukur pada anugerah Allah. 🙂

imej vermint

 

AIA Sakinah Assurance: Tenang, Optimal, dan Bahagia

 

AiA

Adakah yang memiliki pengalaman berasuransi? Nah, kali ini saya ingin sedikit cerita tentang pengalaman berasuransi, bukan saya secara langsung sih, tapi pengalaman orangtua…hehe

Sekitar akhir tahun 2014, ayah dan ibu saya (sedikit) direpotkan oleh pihak asuransi. Uang yang seharusnya diterima di akhir tahun 2014 hilang melayang tanpa kabar. Kantor asuransi yang berada di kota orangtua saya tinggal, di Ngawi, sudah tutup. Tinggal papan nama saja. Lalu, orangtua saya ikhtiyar mencari alamat kantor asuransi yang bersangkutan di Madiun. Hasilnya, kantor yang di Madiun juga sudah tutup. Tidak sampai di situ saja usaha yang dilakukan, saya juga mencoba mencari kantor asuransi tersebut di Jogja. Saya cari alamatnya melalui bantuan Google yang semua orang mengakui keserbatahuannya. Ada beberapa alamat yang saya dapat waktu itu. Kantor pertama yang saya tuju adalah kantor di daerah Jalan Kusumanegara, bahkan sampai bolak-balik 4 kali untuk benar-benar memastikan pun kantor asuransi tersebut sudah tidak ada. Alamat kantor yang saya dapatkan itu sudah berubah menjadi toko mainan. Hingga akhirnya, ayah saya mengatakan kalau kantornya memang benar sudah tutup. Setelah segala usaha telah dilakukan, akhirnya memang harus pasrah dan menerima kalau memang belum rejeki.

Nah, sejak saat itu ayah dan ibu saya tidak pernah mengambil jasa asuransi lagi karena takut berakhir dengan nasib yang sama, meskipun sebenarnya juga masih membutuhkan. Beberapa bulan belakangan ini, saya pun juga berfikir tentang asuransi. Jadilah saya cari-cari informasi, tanya sana tanya sini, bahkan ikut beberapa sosialisasi dari penyedia jasa.

Seperti halnya jodoh, menentukan pilihan akan menggunakan jasa asuransi juga membutuhkan kemantapan hati dan kecocokan lhoo… *hahaha* 😀 Caranya dengan menggali info sedetail mungkin, profil penyedia jasa hingga testimoni pengguna jasanya. Ya, hampir sama kan ketika akan memantapkan hati melangkah untuk meminang? 😀

Saya pun demikian, ada usaha yang saya keluarkan untuk mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya misal saya ikut sosialisasi yang diadakan oleh AIA dan semakin saya tahu lebih dalam maka pilihan hati saya condong ke Asuransi AIA Sakinah Assurance. Semakin saya kepo semakin lagunya Mas Anang terngiang berdendang “Jodohku, maunya ku dirimu”. 😀

DSC_0002 (1).jpg

Acara Blogging & Beyond bersama Blogger Perempuan, Valuklik, dan AIA di Institute Coffee, Jakarta Selatan.

Saya menemukan hal yang berbeda lebih tepatnya konsep yang diusung oleh Asuransi AIA Sakinah Assurance yaitu mengangkat tentang filosofi persahabatan sejati. Terlihat sederhana bukan? Namun, bagi saya filosofinya yang dimiliki begitu besar. Sahabat sejati itu akan berusaha ada di kala sedih maupun senang. Nggak ilang-ilangan. Bisa menghadirkan kenyamanan dan menjaga kepercayaan. Memiliki sahabat sejati itu anugerah lhoo. Siapa yang nggak kepengen? Saya yakin semua menginginkannya. Nah, penjelasan tentang konsep persahabatan sejati yang dimiliki Asuransi AIA Sakinah Assurance saya buat di gambar agar lebih mudah dibaca dan dinikmati.

Untitled-1

Selain memiliki filosofi yang nggak main-main, penyedia asuransi yang satu ini memiliki alamat kantor yang jelas di kawasan Jalan Jendral Sudirman, Jakarta Selatan serta memiliki customer service yang selalu on dan siap melayani dan tentu saja dengan pelayanan yang ramah dong ya… 🙂

AiA Sakinah

Sumber gambar di sini.

Asuransi AIA Sakinah Assurance juga memberikan manfaat berupa manfaat proteksi dan investasi. Manfaat proteksi yaitu, 100% santunan meninggal, +100% santunan meninggal kecelakaan, +100% santunan meninggal kecelakaan saat menjalankan ibafah haji ataupun umrah. Serta manfaat investasi berupa 100% nilai dana investasi yang terbentuk dari kontribusi yang diinvestasikan. Selain itu masih ada manfaat tambahan lainnya, berupa asuransi kesehatan, asuransi perlindungan terhadap penyakit, dan asuransi perlindungan terhadap cacat tetap total.

Nah, penasaran? Coba deh main-main ke ‘rumah’ AIA Sakinah Assurance agar kebingungan-kebingungan untuk menentukan pilihan bisa (sedikit) tercerahkan. ^^

Menemukan Benang Merah: Anak Muda, (Konser) Musik, dan Rokok

940916_1676174505971221_1145406261032620270_n

Gambar diambil dari FB Smoke Free Agent

“Mangan ra mangan sing penting kumpul.” (Makan gak makan yang penting kumpul), semboyan itu pastilah sudah tak asing lagi di benak kita. Sebuah semboyan yang menyatakan betapa asiknya berkumpul atau bercengkrama meskipun tak harus diakhiri dengan makan-makan. Biasanya semboyan itu akan lebih sering menempel pada gaya kumpul-kumpul ala anak muda.

Bicara tentang anak muda, sejenak saja kita akan teringat tentang beberapa iklan rokok yang bertebaran di layar televisi, maka kita akan menemukan hal yang mendominasi dari hampir semua iklan rokok itu adalah tentang semangat kaum muda. Iklan rokok yang biasa muncul di layar televisi biasanya akan mengangkat isu kekinian yang tak jauh dari hingar bingar kaum muda, seperti semangat traveling, gambaran sebagai lelaki sejati, tantangan, dan lain-lain. Sebagaimana slogan yang diangkat oleh masing-masing merk rokok dalam iklannya, contohnya “Ekspresikan Aksimu”, “My Life My Adventure”, “Selera Pemberani”, “Pria Punya Selera”, “Go Ahead”, “Emang Bikin Bangga”, “Enjoy Aja”, “Buktinya Merahmu”, “Ga Ada Loe Ga Rame”, “Talk Less Do More”, “Asiknya Rame-Rame”, dan “Other Can Only Follow”. Nah, jargon yang diusung sangat dekat dengan semangat anak muda. Selanjutnya, selain media periklanan melalui televisi, mereka pun melebar sayap menebar iklan rokok melalui konser musik yang notabene dekat dengan anak muda.

Eksistensi Anak Muda dan Konser Musik

Harus diakui bahwa anak muda di Indonesia memang tidaklah sedikit jumlahnya. Mereka berasal dari beragam golongan, budaya, dan kalangan yang membaur hidup di masyarakat. Peluang itulah yang ditangkap oleh produsen rokok untuk menjadi lebih dekat dengan anak muda dengan melakukan banyak pendekatan melalui berbagai media salah satunya adalah konser musik.

Indonesia memiliki kebebasan dalam hal berekspresi salah satunya melalui musik. Melalui musik segala macam rasa bisa diungkapkan dengan lebih indah dan mengena. Terlebih, perkembangan musik di Indonesia yang syair-syairnya sangat dekat dengan kehidupan anak muda, sebagai contoh tentang cinta, patah hati, persahabatan, berbagi semangat hingga cinta yang tak direstui. Karena tema-tema musik yang dekat dengan anak muda itulah akhirnya musik menjadi trend anak muda atau salah satu gaya hidup dengan ragam genre musik yang mereka gemari. Selain itu musik juga digunakan anak muda sebagai cara untuk mengidentifikasi dirinya sebagai individu maupun sebagai makhluk sosial dan musik juga digunakan sebagai sarana menjalin interaksi dengan sesama maupun dengan orangtua.

Selain tema musik dan jenisnya yang dekat dengan dunia anak muda, para penyanyinya pun juga dijadikan idola. Penyanyi dan musik sebuah perpaduan yang semakin indah bagi para penikmatnya ketika mereka bisa semakin dekat secara langsung dengan penyanyi idolanya. Maka konser musik menjamur di mana-mana untuk menjaga interaksi antara sang idola dan para fans-nya agar semakin dekat dan lebih dekat lagi.

Sebuah pagelaran konser musik sudah pasti membutuhkan banyak dukungan berupa materi ataupun non-materi. Dukungan materi berupa dana biasanya akan diperoleh melalui penjualan tiket jika konser berbayar. Jika konser tak berbayar maka kebutuhan pendanaan ini harus diperoleh dari para sponsor. Kebutuhan akan sponsor ini dimanfaatkan oleh para pengusaha rokok. Tidak hanya menjadi sponsor yang ikut mendanai, tetapi juga turut serta memfasilitasi acara konser musik yang terselenggara. Fasilitas-fasilitas itu berupa kuis live tweet dengan menggunakan tagar khusus, lomba foto booth, aneka merchandise, hingga menghadirkan Sales Promotion Girl (SPG) yang aduhai cantik dan menarik dipandang mata dengan menawarkan rokok yang dibawa. Jika sudah selengkap itu, bagaimana mungkin perhatian para anakmu akan teralihkan?

Tidak berhenti pada saat acara konser berlangsung, saat konser musik selesai gelombang euforia para anak muda pada konser musik ini akan masih terasa. Hal ini dapat dilihat dengan sebuah unggahan foto pasca acara yang biasanya dengan hestek “latepost”. Seperti halnya beberapa waktu lalu hestek “UrbanGiGs” menjadi trending topic di dunia media digital di berbagai akun media sosial seperti Instagram.

Lalu, Apa Benang Merahnya?

Dari uraian di atas, sebenarnya sudah sangat jelas apa benang merah yang menghubungkan antara anak muda, konser musik, dan rokok. Benang merah tersebut adalah sebuah ikatan kedekatan emosional dan ikatan psikologis. Ikatan kedekatan emosional yang didasari pada rasa suka terhadap musik dan penyanyinya serta faktor ikatan psikologis anak muda yang masih naik turun dalam menemukan jati diri, siapa dirinya hingga menemukan kenyamanan terhadap dirinya sendirinya. Peluang itulah yang digunakan para pengusaha rokok memanfaatkan konser musik sebagai ‘kendaraan’ yang tidak hanya mendekatkan anak muda pada idolanya tetapi juga menanamkan kesan tentang musik yang disponsorinya melalui fasilitas-fasilitas yang tersedia. Selain itu, melalui konser musik para pengusaha bisa lebih mudah dalam mengenalkan jargon-jargonnya melalui hestek yang akhirnya terasa wajar dan biasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya “Go Ahead”, “Talk Less Do More”, “UrbanGiGs”, dan kawan-kawannya. Jika jargon sudah membumi, maka akan lebih mudah untuk mengenal produk yang akhirnya akan menjadi stigma bahwa merokok itu adalah hal yang keren seperti jargon-jargon yang sudah melekat di memori otak para anak muda.

Cara kerja otak anak muda itu bak spoon yang memiliki daya serap tinggi pada banyak hal, maka seharusnya kita sebagai orangtua bisa lebih jeli dalam melihat dan mendampingi mereka. Begitu juga, para panitia yang menyelenggarakan konser musik yang sangat sudah bekerja keras dan sangat membutuhkan banyak dukungan materi dan sponsor, tentunya tidak hanya melihat dari sisi have fun saja, tetapi juga mampu memilih dan memilah pihak-pihak yang akan memberikan sponsor demi mendukung semangat anak muda yang tak aktif tanpa zat adiktif.

Yuk, saatnya jadi generasi muda yang tangguh dan berani bilang #CUKUP ! karena musikku bukan kendaraan promosi.