‘Salah Tempat’

Apa jadinya jika kita ‘Salah Tempat’? ‘Salah Tempat’ di sini akan bermakna sangat luas, bisa berarti salah menempatkan barang, salah situasi bahkan salah menempatkan diri. Salah menempatkan barang, kita pun akan kelabakan jika suatu saat kita membutuhkannya. Salah situasi dengan pakaian yang dikenakan? Hmm, bakal nanggung malu tuh… Begitu pula dalam penggunaan bahasa. Lebih-lebih bahasa asing alias bukan bahasa ibu kita. Memang akan terdengar hebat jika kita menggunakan bahasa asing terutama Bahasa Inggris atau Bahasa Arab disela-sela percakapan kita sehari-hari jika yang mendengar percakapan kita tidak paham dengan bahasa yang kita gunakan, akan tetapi kita akan menanggung malu tanpa kita sadari jika yang mendegar percakapan kita lebih mengerti daripada kita.

Saya mendengar dan saya mendapati kalimat seperti. “I am happy because I am your zaujaty and you are my rijal”, kata seorang istri kepada suaminya. Atau, “Ishbir yaa Ukhti…”, kata seorang cewek pada teman ceweknya.

Baiklah, jika mendengar kalimat pertama mungkin orang akan bergumam “Subhaanaallah, dua bahasa. Hebaaatttt…” akan tetapi saya justru geli saat mendengar dan mendapati kalimat itu. [Kok ada ya…?]. Setahu saya, your adalah sebuah penanda kepemilikan untuk kamu sedangkan zaujaty [bahasa arab] berarti istriku. Lalu, my adalah penanda kepemilikan untuk aku dan rijal [bahasa arab] merupakan bentuk jamak/plural dari kata rajulun yang artinya laki-laki. Meskipun, rajulun bisa diartikan orang atau dalam konteks kalimat tersebut diartikan sebagai suami. Tetapi, dalam bahasa arab suami juga punya terjemahan tersendiri bukan dengan kata rijaal ataupun rajulun karena kata itu akan menjadi umum dan sangat luas artinya.

Kalimat kedua, Ishbir yang bermakna bersabarlah juga punya ‘tempat’ khusus, khusus ditujukan untuk laki-laki. Jika ditujukan untuk cewek, silakan gunakan Ishbirii untuk mengungkapkannya.

‘Salah Tempat’ yang membuat telinga saya geli mendengarnya dan membuat mata saya juga ‘geli’ saat melihatnya. Pemahiran bahasa memang harus dilatih dengan cara latihan bicara secara terus menerus. Dalam latihan itu pun sering terjadi kesalahan-kesalahan tapi ya memang seperti itu latihan ‘try and error’. Bukan berarti kita bebas mencampuradukkan dua bahasa [yang tidak bersalah itu] menjadi tidak bermakna atau tidak pada ‘tempatnya’. Jikalau memang ingin menggunakan dua bahasa maka tuntaskan satu kalimat dengan satu bahasa [dengan benar] lalu disusul dengan bahasa lain pada kalimat selanjutnya agar enak didengar dan dimengerti maknanya.
Dan jangan lupa, diskusikan tentang pemakaian bahasa yang benar pada orang yang benar. Jangan asal comot sana sini lalu pakai seenaknya sendiri karena menggunakan bahasa asing dengan benar sama dengan kita belajar menghargai keragaman budaya yang ada.

Jangan ‘salah tempat’ lagi ya….. šŸ˜€

*Bersyukurlah kalian yang diberi kesempatan mempelajari bahasa arab maupun bahasa inggris. Teruslah belajar dan jangan cepat puas. Mengutip kata-kata Bapak Fatkurrahman, S.IP., M.Si., dosen Hubungan Internasional FISIP UGM, “Jika kau ingin menggenggam dunia maka kuasailah bahasa inggris. Jika kau ingin menggenggam dunia dan akhirat maka kuasailah bahasa arab”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s