Ich, Du und Liebe #1

Mungkin,
ini luh yang tak sengaja lahir hari keterbiasaan
jatuh satu-satu
dalam genggam jemari hari

Mungkin,
keberadaannya seakan anak jiwa
tangisnya akan merambatkan api ke dalam paru-paru kita
hingga kita lebur dalam bara yang sama
tetapi dalam tubuh yang berbeda

Mungkin,
ini pesan dari surga
layaknya getar jemari yang mengantar pesan
ke seluruh sel tubuh
dan kita
luruh dalam tubuh yang terpisah

Mungkin,
ini gerakan dari jantung hati
ketika darah mendesirkan gelombangnya
dan kita beriak tak berdaya

Mungkin,
ini penghias
layaknya tatapan mata yang membuka cakrawala jiwa
lalu kita dapati rumah yang kita cari
tapi dalam kelopak mata yang berbeda

Mungkin,
jika kita kehilangan fungsi
karena tidak kita dapati
aku, kamu atau pun kita
di seberang tatapan mata

Pasti,
jika ini lahir dari rahim Pemilik Cinta Sejati
dan kita menikmati,
dalam bentangan sajadah
dalam untaian ayat-ayat cintaNya,
dalam ketaatan di JalanNya,
dalam manis air mata kasih sayangNya

Sebuah kata halal
di mata dunia dan di mata akhirat
Itulah inginku…

Ngawi, 3 November 2009

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s