Catatan Di Akhir Dal

Bulan ini –januari– menjadi puncak atas kerinduan yang menghujam. Tetap saja sama karena aku hanya menyulam kebisuan. Lantas, kutemukan setetes air hujan pertama yang langsung menghujam pusara ladang hatiku.
Hidup tak hanya perjuangan walaupun perjuangan itu sendiri adalah puncak kenikmatan dalam kehidupan. Benar katamu kawan hidup adalah pilihan antara realita, egoisme dan idealisme.

Apa yang telah terjadi?

1 januari kulewatkan waktuku di tanah kelahiranku bersama mereka yang penuh cinta.
Berdekatan dengan alam jika aku kesana karena memang di desa.

Lalu, ku kembali di kota yang baru 5 bulan kusinggahi. Tak perlu lama-lama menghela nafas, Ujian Agak Serius alias UAS menyita perhatianku tapi jangan percaya jika aku melewatkannya dengan kencan bersama buku-bukuku. Ujian Agak Serius cukup membuat berantakan kamarku karena uluran tanganku tak sampai menjangkau mereka saat Ujian Agak Serius itu datang.

Belum selesai UAS, kuhabiskan weekend di kota budaya, sekedar jalan-jalan, memungut masa lalu yang tertinggal dan “nostalgila” dengan mereka. Galabo saat malam tempat kami ‘berkencan’ sambil memaksa menggali memory yang telah lalu dan sedikit saling “mencela”.
Ada Parade Sastra di University Club UNS dalam rangka galang dana bersama FLP Solo, KETIK dkk. Ingin sekali datang tapi sayang, bukan ke acara Parade Sastra aku datang melainkan ke acara pertunangan. Sebel-sebel mangkel sedikit seneng… Intinya Aku di dahului lagi… Lagi…dan lagi hehe…

Mendarat lagi di kota “never ending asia”, di kota ini kami melahirkan komunitas baru “Laskar Jogja Bersatu” –untuk sementara, ini dulu namanya– Tak sekedar Buangan tapi kami anak BRILLIANT.

Dalam perjalanan ini, Maafkan aku atas apa yang kulakukan yang kurang berkenan termasuk sifat lupaku. Kawan maafkan aku yang sering terlambat mengucapkan “Idul Milad” pada kalian terutama di bulan ini, terutama lagi yang milad di tanggal 7 dan 9, Afwan nasiitu jiddan…
Ini hanyalah secuil dari waktu yang terlewat. Ini hanya untuk pengingat.

Februari “Tak Tahan Lagi”

Ingatkan aku tentang satu rindu yang kurasa padamu. Satu minggu lagi kan terobati –InsyaAlloh, Rabbi…sampaikan aku di masa itu– dalam pertemuan kecil, sehari bersamamu. Sehari bersama GRAVITY.
Tak hanya bersama GRAVITY, reuni KETIK dalam rangka reorganisasi akan ambil posisi penawar hati dalam kubangan rindu tak bertepi.

Akan terus berharap, semoga lebih baik dari hari yang telah lalu….
Februari………Tak Tahan Lagi…..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s